Skip to content

Table of contents

Open Table of contents

Kisah Bastian si Penyihir (bagian 2)

Tantangan baru

Setelah berhasil mendapatkan buku sihir, Bastiaan memulai pelatihan intensif dengan Merlin. Setiap hari ia berlatih dengan tongkatnya dan mempelajari mantra serta teknik sihir baru. Ia terus mengembangkan kemampuan sihirnya dan menjadi lebih terampil dalam menggunakannya. Tapi Bastiaan tahu masih banyak yang harus dipelajari. Ia ingin menjadi penyihir terbaik yang bisa ia capai dan ia tahu bahwa ia harus mengambil tantangan baru untuk itu. Ia meminta Merlin memberikan tugas baru yang dapat membantu pengembangannya sebagai penyihir.

Merlin tersenyum setuju pada Bastiaan dan memberikan tugas baru untuknya. Ia memberitahu Bastiaan tentang sebuah gua misterius jauh di dalam hutan tempat tinggal seorang penyihir tua. Penyihir itu adalah ahli sihir hitam dan dikenal sebagai salah satu penyihir paling berbahaya di seluruh wilayah. Ia memiliki beberapa benda sihir berharga yang digunakannya untuk tujuan gelap. Merlin memberitahu Bastiaan bahwa misinya adalah menemukan gua itu dan mencuri benda-benda sihir tersebut sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk kejahatan. Bastiaan sangat bersemangat dengan tantangan baru ini dan segera memulai perjalanannya.

Ia berjalan melewati hutan, menyusuri jalan setapak sempit dan sungai liar. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menemukan gua itu. Tempat itu gelap dan menakutkan, penuh dengan sarang laba-laba dan bau aneh. Tapi Bastiaan tidak takut. Ia bertekad untuk menyelesaikan misinya.

Ia menyelinap ke dalam gua dan mulai mencari benda-benda sihir. Tapi ia dihadang oleh penyihir itu sendiri. Penyihir tua itu adalah sosok yang menakutkan, dengan jubah hitam panjang dan tengkorak menyeringai di tongkatnya. Ia mengucapkan mantra dan awan asap gelap memenuhi gua. Bastiaan tahu ia harus bertindak cepat. Ia berkonsentrasi dan memanggil sambaran petir dengan tongkatnya. Sambaran petir itu mengenai tongkat penyihir tua itu dan tongkat itu patah menjadi dua. Penyihir itu melemah dan Bastiaan dengan cepat mengambil benda-benda sihir itu dan melarikan diri dari gua.

Di luar gua, Bastiaan dihadapi oleh sekelompok kobold yang marah. Kobold-kobold itu adalah antek-antek penyihir tua itu dan ingin mengambil kembali benda-benda sihir itu. Tapi Bastiaan lebih pintar. Ia menggunakan sihirnya untuk menciptakan sekelompok katak besar yang mengalihkan perhatian para kobold. Ia dengan cepat melarikan diri dan membawa benda-benda sihir itu kembali ke Merlin.